Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan
Dunia ini, tempat dimana manusia terbuai oleh keinginan-keinginan. Khilaf, dan dilenakan oleh kesenangan yang hanya sesaat. Tak sadar, hidup dikuasai oleh keserakahan, kekufuran akan nikmat yang diberikan. Manusia yang hanya bisa meminta, mengeluh, dan putus asa. Makhluk Tuhan yang ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi ini, namun selalu menyalahkan Tuhannya.
Ketika mendapatkan apa yang diinginkan, manusia mendadak lupa. Tersenyum, tertawa, riang gembira. Tak menyadari bahwa Tuhan memberi rezeki setiap hari. Memberikan kesempatan bernapas dalam hari-hari. Memberikan kesehatan yang jarang disadari.
Ketika merasa sendiri, manusia tak sadar bahwa Tuhan selalu mengawasi. Tuhan selalu ada untuk kita saat ingin mencurahkan hati. Selalu memberi petunjuk melalui perantaraNya. Ya, semuanya itu memang selalu tanpa disadari.
Manusia banyak mengeluh, marah tak jelas, dan kebingungan. Manusia memang seperti itu. Ketika diberi cobaan, barulah ingat pada Tuhan.
Semoga Tuhan mengampuni kita, dan semoga kita adalah manusia yang selalu ingat.
Aamiin.
Many words that evaporate with the wind around me
Senin, 24 November 2014
Posted by Nurinaernest
Tag :
DAY BY DAY,
LIFE
Ketika kita beranjak dewasa, banyak orang yang kita temui dimana pun kita hidup. Termasuk orang-orang hebat yang mampu memberikan inspirasi.
Aku banyak bertemu dengan orang-orang hebat seiring waktu berjalan, tapi ketika aku berhadapan dengan mereka suatu waktu, terkadang aku menjadi lupa apa yang harus tanyakan padanya. Padahal ketika tidak bertemu, ada banyak pertanyaan yang ingin aku sampaikan, walaupun hanya beberapa pertanyaan sederhana.
Aku sangat menyesalkan hal itu. Ada banyak kata yang menguap bersama angin di sekelilingku. Apakah aku dan kamu bisa bertemu lagi seperti kemarin?
Aku banyak bertemu dengan orang-orang hebat seiring waktu berjalan, tapi ketika aku berhadapan dengan mereka suatu waktu, terkadang aku menjadi lupa apa yang harus tanyakan padanya. Padahal ketika tidak bertemu, ada banyak pertanyaan yang ingin aku sampaikan, walaupun hanya beberapa pertanyaan sederhana.
Aku sangat menyesalkan hal itu. Ada banyak kata yang menguap bersama angin di sekelilingku. Apakah aku dan kamu bisa bertemu lagi seperti kemarin?
Pagi ini seekor kecoa terbang membangunkan tidur nyenyakku. Kecoa yang dengan tiba-tiba masuk ke kamar kosku tanpa permisi. Mendengar suara sayapnya, aku terbangun dengan sigap. Aku meraih sapu cepat dan menyerangnya. Ia masih hidup dan merayap keluar. Tubuhnya berwana cokelat (warna kesukanku), tetapi bukan binatang kesukaanku. Aku jadi teringat ketika Afifah Afra menanyaiku ketika workshop "Apakah yang kamu takuti?" . Seharusnya aku menjawab kecoa terbang pada waktu itu. Tapi aku justru menjawab "Takut dosa". Yang justru sekarang ini aku tidak takut dosa telah memukul kecoa itu dengan sapu.
Beberapa menit kemudian, aku memutuskan untuk mengambil wudlu. Dini hari seperti ini, kuputuskan untuk sholat tahajjud. Aku kembali teringat akan kecoa tadi. Begitu hebatnya dia yang mampu membangunkanku lebih cepat dibandingkan alarm sekeras apapun. Aku terbangun dan sholat karena tergugah oleh kecoa terbang. Pelajaran yang dapat dipetik hari ini adalah: kadang kita terbangun dan tersadar karena sesuatu yang kita benci hadir secara tiba-tiba. Ya, seperti kecoa tadi.
8 November 2014